Senin, 27 Februari 2012
Rabu, 15 Februari 2012
The Last Holiday at sulsel
Sabtu, 12 Januari 2012.
Itulah hari terakhir liburanku di semester 3. Lusanya saya menginjak semester 4. Dengan mata kuliah yang lebih mendalam lagi mengenai AGRONOMI & HORTIKULTURA. Tetapi belum saatnya untuk menceritakan itu. saya ingin menceritakan hari sabtu itu.
Hari itu, saya kembali lagi merantau di kampung orang untuk menimba ilmu. Namun, ada satu problem yang belum terselesaikan. Dan itu, tak pernah saya ungkapkan kepada orang lain. Padahal saya ingin sekali menceritakan itu pada kakak-kakakku, dan keluargaku. Hal ini yang membuatku selama ini kepikiran jika berada di tempat rantauku. Tetapi saat liburan, problem itu sementara hilang begitu saja. Dan akan muncul saat saya kembali ke rantauan. Problem itu adalah saya sendiri.
Itu, baruku sadari ketika bertemu dengan seorang bapak di bandara Hasanuddin. Bapak ini, awalnya saya duga adalah orang makassar. Saat berbicara dengannya, tentulah saya menggunakan logat lokalku. setelah lama ditanya-tanya oleh bapak tersebut, barulah saya menanyakan asalnya, karena saya merasa bahwa sepertinya orang ini bukan orang sulsel, soalnya dia menggunakan bahasa indonesia yang bagus. Ternyata bapak ini dari lampung, Bapak ini datang ke makassar dengan tujuan konferensi di suatu hotel. Kenyataan yang lain lagi, bahwa bapak ini, adalah seorang alumni agronomi di suatu universitas di Lampung.
Saya yang dengan ilmu minim sekali mengenai pertanian indonesia, merasa malu karena tidak dapat memanfaatkan waktu itu, untuk bertanya banyak mengenai pertanian.
Tau-tau bapak ini malah membahas masalah agama.Tanpa ditanya beliau mengatakan bahwa beliau adalah anggota HMI yang menyayangkan keadaan yang terjadi pada HMI. Kemudian beliu bercerita kesehatan, -melihat keadaanku yang lagi sakit-. Beliau mengatakan bahwa sakit kita itu -Flu, pusing, batuk, mata mines, demam dan sebagainya-, tidak jauh dari imbas perbuatan kita sendiri. Saat suatu keadaan tidak sesuai dengan selera, saat kita tak bisa mengutarakan sesuatu, saat kita berbantahan dengan orangtua/suami, saat ibu kita sendiri yang bermasalah dengan orang lain, saat kita jengkel, marah, saat pandangan kita berbeda, itu berdampak pada kesehatan. Dan itu memang benar dan terjadi pada diriku.
Beliau berkata, seseorang tidak patut untuk sombong. karena semua itu adalah milik-Nya. Kita tidak dapat memaksakan kehendak kita. Semua ini adalah kehendakNya. Kita bertemu, adalah kehendakNya. Dan saya merasa bahwa problemku yang selama ini saya tanyakan padaNya, bagaimana caranya diri ini menghadapi situasi itu, terjawab sudah, melalui bapak ini.Lebih banyak lagi yang beliau katakan yang tidak bisa kutuliskan. dan banyak yang terlupa olehku.
Satu amanah yang mencuat ketika beliau menanyakan mengenai pertanian di kampungku. Dan Beliau berkata, kalianlah yang menjadi generasi pelanjut yang harus mencari jalan keluar bagaimana agar hasil komoditas di daerah itu, dapat diolah lebih lanjut, tidak hanya usaha pertanian di hulu tapi harus mengalir ke pertanian hilir.
Senin, 06 Februari 2012
Makna Tak tersampaikan
Suatu waktu, ketika hanya hati yang berkata, hanya akal yang selalu berpikir tanpa tindakan sama saja dengan sia-sia. -Tapi tak semuanya sia-sia-. Itulah yang sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
Si pengkode membuat kode sebisanya, namun tak memberikan kode yang jelas. sehingga si pemecah kode hanya mendapatkan pesan yang menurutnya jelas, tetapi menurut si pengkode tidak seperti itu. Inilah masalah besar kita, sehingga terkadang menjadi konflik.
Begitu pun halnya dengan komunikasi antar suku, terkadang makna yang tertangkap oleh suku lain maknanya beda. bukannya ingin rujuk tau-tau permasalahan malahan bertambah. bagaimana mengatasinya?
Jika hampir menuju kearah yang memanas maka. sebaiknya dihindari. Namun terkadang kita kurang memahami kondisi seseorang, sehingga salah lagi deh. Jika telah panas, perlu waktu untuk mendinginkannya. So, saat masalah tersebut terjadi sebaiknya diamlah dan sabar menunggu saat dia telah mendingin kemudian dibicarakan baik-baik.
Dan dianjurkan untuk mempelajari budaya orang dan karakternya sehingga kita dapat menempatkan diri saat menghadapinya.
Manusia sumbernya salah, seorang cerdas kan mempelajari dimana letak kesalahannya dan mengoreksinya, serta berusaha untuk tidak melakukannya lagi.
Itu yang kudapatkan dari kalian. Dimana itu hanya menjadi teori saat kuliah, dan menjadi praktik dalam kehidupan sehari-hari, yang materinya lebih kompleks dibandingkan kuliah. Jika kita ingin mempelajarinya. Saking kompleksnya seseorang tak bisa menyelesaikan bahkan melarikan diri dari masalah tersebut.
Minggu, 22 Januari 2012
3 Roda
Judul di atas,bukan bermaksud untuk memamerkan sebuah merek barang dagangan, tetapi hanya teringat sebuah kendraan tradisional, yang kini telah jarang digunakan yakni Becak (bahasa Hokkien: be chia “kereta kuda"). Becak ini asalnya dari Jepang.
Walau pun di Kota telah jarang digunakan tetapi di kampung masih tetap ada, karena mengingat bahwa Becak itu sendiri menggunakan tenaga manusia sehingga kecepatannnya lebih lambat dibandingkan dengan kecepatan mesin. Serta orang-orang yang sekarang sangat terpacu oleh waktu. sehingga masyarakat lebih memilih ojek, angkot dan kendaraan bermotor lainnya. Bahkan becak telah dimodifikasi dengan merangkaikan tubuh becak dengan kendaraan bermesin seperti Bemo -becak motor-.Selain penggunaannya yang kurang mengefisienkan waktu, masyarakat juga beralih ke ojek misalnya, sebab biaya becak ini pun mahal. Padahal satu-satunya kendaraan yang ramah lingkungan yakni becak.
Saya tak mau terlalu membahas mengapa becak itu kini kurang digunakan, tetapi saya ingin mengungkapkan bahwa di Indonesia, walau pun satu negara, namun ternyata becak itu pun berbeda-beda desainnya, tetapi tetap saja tiga roda. :-). Mengapa berbeda, saya pun kurang tahu. Itulah keistimewaannya.Tidak seperti ojek yang semuanya sama, yakni menggunakan motor. Berikut beberapa gambar becak yang ada di Indonesia:
Becak Makassar
Becak Medan
Untuk mengabadikan becak tersebut, beberapa daerah di Indonesia menggunakannya sebagai alat transportasi wisata. Dan baru-baru ini, Desember 2011 lalu, telah didirikan sebuah museum becak di Makassar.
*Artikel GJ. :D
Rabu, 17 Agustus 2011
Bapakku...
Teringat masa kecilku
Didikkanmu yang keras namun ada sayang dan cinta di balik itu
Dengan gertak yang lantang namun ada ke khawatiran di pikiranmu
Engkau, sosok yang menakutkan jika marah...
Engkau marah pasti ada alasan
Aku tahu betul itu
Karena engkau mengajariku tentang kesadaran
Saat saya sakit,
Mukamuu menggambarkan kekhawatiran yang sangat dalam
Berusaha semaksimal mungkin menyembunyikan itu
dan mengalirkan rasa kasih sayang untuk menenangkanku
Dengan berbagai usaha untuk menyelamatkanku
Saat saya sedih dan khawatir
Engkau masih saja memberikan canda tawa tuk menghiburku
Diselipi nasihat ringan dan cerita perjuanganmu
Mengingatkan betapa sulitnya dahulu dibandingkan sekarang
Mengajarkan agar saya tetap semangat dan bersyukur
Saat saya senang
Engkau turut bahagia dan tidak henti-hentinya memberikan dukungan
dan doa
Sampai sekarang pun engkau masih seperti itu
Trimakasih Bapak atas segala yang telah engkau berikan
Trimakasih Ya Allah, engkau telah tanamkan rasa sayang kepada bapakku
Ya Allah, jagalah beliau
Lindungi beliau, berikan rahmat dan kesehatan kepadanya
serta ampuni beliau
Amiin...
Didikkanmu yang keras namun ada sayang dan cinta di balik itu
Dengan gertak yang lantang namun ada ke khawatiran di pikiranmu
Engkau, sosok yang menakutkan jika marah...
Engkau marah pasti ada alasan
Aku tahu betul itu
Karena engkau mengajariku tentang kesadaran
Mukamuu menggambarkan kekhawatiran yang sangat dalam
Berusaha semaksimal mungkin menyembunyikan itu
dan mengalirkan rasa kasih sayang untuk menenangkanku
Dengan berbagai usaha untuk menyelamatkanku
Saat saya sedih dan khawatir
Engkau masih saja memberikan canda tawa tuk menghiburku
Diselipi nasihat ringan dan cerita perjuanganmu
Mengingatkan betapa sulitnya dahulu dibandingkan sekarang
Mengajarkan agar saya tetap semangat dan bersyukur
Saat saya senang
Engkau turut bahagia dan tidak henti-hentinya memberikan dukungan
dan doa
Sampai sekarang pun engkau masih seperti itu
Trimakasih Bapak atas segala yang telah engkau berikan
Trimakasih Ya Allah, engkau telah tanamkan rasa sayang kepada bapakku
Ya Allah, jagalah beliau
Lindungi beliau, berikan rahmat dan kesehatan kepadanya
serta ampuni beliau
Amiin...
Langganan:
Postingan (Atom)







